Beri Makan yang Kelaparan, Hangatkan yang Dingin-Dukung Afghanistan
Cerita
Afghanistan menghadapi krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh pergantian rezim setelah 46 tahun perang. Krisis ini masih menjadi salah satu keadaan darurat kemanusiaan paling akut dan kompleks di dunia. Penarikan pasukan internasional dan pemutusan dukungan oleh para donor telah memperburuk situasi, yang didorong oleh meningkatnya konflik dan bencana alam. Tingkat kerentanan telah meningkat. Keluarga bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar karena kenaikan harga, pengangguran, dan penutupan lapangan kerja.
Dampak
Proyek ini akan berkontribusi pada penurunan angka kematian yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan cuaca dingin. Suhu rendah menyebabkan 14% Infeksi Saluran Pernapasan Rendah (LRIs: Bronkitis, Bronkiolitis, dan Pneumonia) di antara populasi. Anak-anak sangat rentan dan berisiko lebih tinggi terhadap jenis infeksi ini. Pada tahun 2019, di Afghanistan, LRI bertanggung jawab atas sekitar 17% kematian pada anak-anak <5 tahun dan 10% untuk anak-anak berusia 5 hingga 14 tahun. Proyek ini akan berdampak besar pada kesehatan
Tantangan
Konflik yang terjadi saat ini menyebabkan lebih banyak pengungsian internal. PBB memperingatkan akan terjadinya kelaparan terburuk dan kematian ribuan orang selama musim dingin akibat ketidakamanan pangan dan cuaca dingin. Akses terhadap makanan sulit karena gaji belum dibayarkan, harga-harga telah meningkat, banyak pegawai pemerintah sebelumnya telah kehilangan pekerjaan, dan yang lebih penting lagi adalah perempuan yang merupakan satu-satunya pencari nafkah dilarang bekerja. Orang-orang sangat membutuhkan makanan pokok dan kehangatan untuk bertahan hidup.
Penyelenggara
Action for Development (AfD)
Pembaruan
Pembaruan akan muncul setelah pembuat kampanye mempostingnya
Tetap Terhubung
Daftar untuk mengakses dasbor donatur atau penggalangan dana pribadi Anda dan terima informasi terkini tentang proyek yang Anda minati.
